PLN UP3 Palangka Raya Dilempari Ribuan Ayam Mati  

Reporter :
Editor :
Jumat, 30 Oktober 2026 17:06WIB
Massa aksi Palangka Raya Gelap Jilid VII melempari Kantor PLN UP3 Palangka Raya dengan ayam mati, Jumat (30/10/2026).

Pemadaman listrik yang terus berulang di Kota Palangka Raya dan sekitarnya menimbulkan kerugian pelaku usaha, utamanya usaha peternak ayam.

Kecewa dengan kondisi demikian, mereka melakukan aksi demo di depan Kantor PLN UP3 Palangka Raya, Jumat (30/10/2026), dengan membawa bangkai ayam sebagai bentuk protes atas kerugian yang dialami peternak.

Aksi yang disebut sebagai Palangka Raya Gelap Jilid VII tersebut berlangsung panas. Massa bahkan melemparkan bangkai-bangkai ayam ke halaman hingga bagian dalam Kantor PLN.

Melalui aksi, para pendemo menyatakan, pemadaman listrik bukan sekadar mengganggu aktivitas sehari-hari, melainkan juga berdampak langsung terhadap usaha masyarakat dan menyebabkan kerugian ekonomi dalam jumlah besar.

Juru Bicara aksi Palangka Raya Gelap Jilid VII, Fiteli Waruwu, mengatakan aksi tersebut merupakan lanjutan dari rangkaian protes yang telah dilakukan sebanyak tujuh kali.

Menurut Fiteli, persoalan pemadaman listrik di Palangka Raya hingga kini belum mendapatkan penyelesaian sebagaimana yang diharapkan masyarakat.

Peternak ayam, Satrio mengaku kembali menjadi korban pemadaman listrik berulang. Sebanyak 7.000 ekor ayam miliknya yang masih berusia 16 hari dilaporkan mati.

“Ini ayam-ayam yang mati kami bawa sebagai bukti. Sebelumnya kami juga pernah mengalami kejadian serupa, sekitar 5.000 ekor ayam mati. Sekarang kejadian lagi, kurang lebih 7.000 ekor ayam menjadi korban,” kata Satrio.

Satrio memperkirakan total kerugian yang harus ditanggung mencapai Rp200 juta. Angka tersebut mencakup modal dan biaya operasional selama pemeliharaan ayam. Ia menyebut bukan hanya dirinya yang mengalami dampak serupa, sejumlah peternak lain juga menghadapi persoalan akibat ketidakstabilan pasokan listrik.

Menurutnya, tuntutan para peternak dalam rangkaian aksi Palangka Raya Gelap sebenarnya tidak berubah. Mereka meminta PLN menghentikan pemadaman berulang dan memberikan kompensasi kepada pelanggan yang dapat membuktikan kerugian akibat gangguan pasokan listrik.

“Tetapi pemadaman masih terus terjadi, sementara kompensasi bagi kami yang mengalami kerugian nyata belum ada. Ini bukan sekadar keluhan, tetapi kerugian yang benar-benar kami alami,” katanya.

Tidak hanya meminta penghentian pemadaman dan keterbukaan informasi, massa aksi juga mendesak pencopotan General Manager PLN UID Kalselteng serta jajaran manajer PLN di Kalteng, termasuk manajemen PLN UP3 Palangka Raya. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Pastikan Keamanan Penerbangan, Satpamobvit Polresta Palangka Raya Siaga di Bandara Tjilik Riwut

Personel Satpamobvit Polresta Palangka Raya melaksanakan pengamanan dan pemantauan di kawasan Bandara Tjilik Riwut Palangka…