Polres Bartim Press Release Kasus Penggelapan, Pemalsuan Ijazah dan Pemerasan

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Selasa, 8 Maret 2022 18:12WIB
Kapolres Bartim AKBP Afandi Eka Putra memberikan keterangan pengungkapan kasus penggelapan, pemalsuan ijazah, pemerasan di Polres Bartim.

Kepolisian Resort (Polres) Barito Timur (Bartim) menggelar Press Release terkait tiga kasus yakni penggelapan, pemalsuan ijazah dan pemerasan di Mako Polres Bartim,Polres Bartim, Polda Kalteng dipimpin Kapolres Barito Timur AKBP Afandi Eka Putra, SH, SIK, MPict didampingi Kasatreskrim Polres Barito Timur AKP Ecky Widi Prawira,SIK dan Pejabat Utama Polres Barito Timur, Selasa (8/3/2022).

Kasus pertama yakni perkara menempatkan/membuat keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik yang kebenarannya harus dinyatakan oleh akta itu, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan Akte itu seolah-olah keterangannya itu cocok dengan sebenarnya yang dapat mendatangkan kerugian bagi orang lain dan pemalsuan surat Nomor : LP/ B /07/I/ 2022/ SPKT.SAT Reskrim / Polres Barito Timur,Polda Kalimantan Tengah dengan tersangka inisial Em.

Adapun kronologinya yakni tersangka menggunakan ijazah paket B setara SLTP untuk kelengkapan administrasi di mana pada Pilkades 2017 sampai dengan 2023 pengganti ijazah SLTP dikarenakan ijazah terlapor hilang karena ada perbedaan antara kedua berkas kelengkapan administrasi tersebut berdasarkan hasil PTUN bahwa surat keterangan pengganti ijazah SLTP terlapor diduga palsu.

Atas kejadian tersebut pelapor merasa dirugikan hak dalam pencalonan Pilkades antar waktu di desa Dayu karena tersangka yang telah diberhentikan berdasarkan hasil dari SK Bupati Barito Timur dan PTUN Palangka Raya tetapi terlapor tetap bisa mencalon dan menggunakan ijazah SLTP paket B tahun ajaran 2019-2020.

Atas kejadian tersebut dari hasil penyelidikan di lapangan dan dari hasil saksi-saksi serta alat bukti pelaku menempatkan keterangan palsu dalam suatu akta otentik yang kebenarannya harus dinyatakan oleh aktif itu.

Dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan Apa itu seolah-olah keterangannya itu cocok dengan sebenarnya yang dapat mendatangkan kerugian bagi orang lain dan pemalsuan surat diduga adalah saudari yang merupakan Kepala Desa Dayu periode tahun 2017-2023 yang diberhentikan berdasarkan hasil SK Bupati Barito Timur dan PTUN Palangka Raya dengan modus operandi pelaku menyuruh dibuatkan surat keterangan pengganti ijazah SD dan surat keterangan pengganti ijazah SMP yang di mana surat keterangan pengganti ijazah SD dan SMP tersebut digunakan untuk melengkapi persyaratan Pilkades Desa Dayu tahun periode 2017 – 2023.

Dari tangan tersangka disita 1 lembar fotokopi surat SKPI/STTB surat keterangan pengganti ijazah atau STTB satu lembar fotokopi skpi atau STTB, 1 lembar surat keterangan kesalahan penulisan ijazah atau SHUN, satu lembar surat tanda tamat belajar atau ijazah SD asli atas nama Een, 1 lembar ijazah paket B setara SMP asli atas nama M, 1 lembar surat keterangan kesalahan penulisan ijazah atau SHUN, 26 lembar fotokopi persyaratan mendaftar paket B di PKBM / barsel, satu surat keterangan kesalahan penulisan ijazah atau SKHUN dan satu lembar fotokopi Surat Keputusan Bupati Barito Timur tentang pemberhentian Kepala Desa Dayo Nomor 280 Tahun 2019 Tanggal 2 Mei 2019.

Tindak pidana yang kedua yakni perkara tindak pidana pemerasan dan ancaman dan tindak pidana di bidang informasi dan transaksi elektronik (ITE) dengan tersangka berinisial RH,18 tahun melaksananakan pemerasan terhadap korban EH (29).

Kronologinya korban diperas melalui panggilan telepon pada aplikasi WhatsApp yaitu dengan menakut-nakuti dan mengancam korban akan menyebarkan rahasia korban berupa foto bugil korban dan diancam akan disebarkan ke media sosial oleh tersangka jika tidak mengirimkan sejumlah uang.

Dari hasil dari hasil pemerasan kepada korban oleh tersangka korban mengalami kerugian yakni Rp2.700.000,- dengan rincian 2 kali transaksi melalui transfer Pertama sejumlah Rp2.200.000,- kemudian pada transfer yang kedua sebesar Rp500.000.

Akibat perbuatannya tersangka diancam dengan pasal 368 ayat 1 KUHP, dihukum karena memeras, dengan hukuman penjara selama-lamanya 9 tahun dan pasal 45 ayat 4 contoh Pasal 27 ayat 4 Undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dipidana dengan penjara paling lama 6 tahun atau denda paling banyak satu miliar rupiah

Ketiga yakni pengungkapan perkara penggelapan dengan TKP Desa Baruyan Kecamatan Raren Batuah Kabupaten Barito Timur, oleh tersangka dengan inisial DPP(46) , melakukan tindak pidana penggelapan dengan cara menerima uang pengembalian sewa alat sebesar Rp63 juta rupiah yang ditransfer melalui nomor rekening mandiri atas nama Amir Mahmud selaku pemilik alat CV. Wirakarya ke rekening mandiri atas nama Chandra Putra Prayoga sesuai dengan isi perjanjian sewa pinjam pakai kontrak uang tersebut ditransfer sebanyak dua kali yaitu pada tanggal 3 Januari 2002 sebesar Rp33 Juta lalu yang kedua tanggal 5 Januari 2002 sebesar Rp30 Juta..

Setelah uang tersebut dikirim ke rekening Candra, tersangka tidak ada memberitahukan kepada pihak perusahaan PT. Auliarahman mandiri bahwa uang sudah ditransfer dan tersangka telah menggunakan uang tersebut tanpa seijin dari pihak perusahaan PT Auliarahman Mandiri.

Usai dilakukan pemeriksaan saksi-saksi sebanyak 7 orang maka tersangka dipidana pada pasal 372 KUHP pidana yang berbunyi ” barang siapa dengan sengaja memiliki dan melawan hak sesuatu barang yang sama sekali atau sebagiannya termasuk kepunyaan orang lain dan barang itu ada dalam tangannya bukan karena kejahatan dihukum karena penggelapan “dengan hukuman penjara selama lamanya 4 tahun kurungan penjara”

Kapolres Barito Timur AKBP Afandi Eka Putra ,SH,SIK M.pict mengatakan pihaknya masih berusaha melaksanakan pengembangan akan tiga kasus ini “Kasus ini masih kita dalami lagi,’’ ujar Kapolres. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Gubernur Kalteng Salat Ied 1445 H bersama Masyarakat di Bundaran Besar Palangka Raya

Gubernur Sugianto Sabran bersama ribuan masyarakat dengan khidmat mengikuti Salat Idul Fitri Pemerintah Provinsi (Pemprov)…