Polres Kobar Tangkap Tiga Pengedar Sabu

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Senin, 7 Maret 2022 20:49WIB
Tiga pengedar sabu diamankan Polres Kobar.

Hasil pengembangan seorang terduga pengedar narkoba yang berhasil ditangkap anggota Satresnarkoba Polres Kotawaringin Barat (Kobar), akhirnya dua terduga lainnya juga berhasil diciduk.

Sebelumnya, anggota Satresnarkoba Polres Kobar menangkap satu terduga pengedar narkoba bernama Bima Satria Sucianto warga Desa Simpang Berambai, RT 9 RW 3 Kecamatan Pangkalan Banteng, yang sering bertransaksi di tempat kerjanya, pada Jumat (4/3/2022) pukul 16.30 WIB.

Dari tangan tersangka, ditemukan barang bukti berupa narkoba diduga sabu dengan berat kotor 2,46 gram.

“Dari hasil pemeriksaan, tersangka kemudian mengatakan narkoba tersebut didapatkannya dari terduga kedua yaitu Roby Sudibyo Wiyaja penghuni barakan yang berlokasi Desa Sidomulyo, Kecamatan Pangkalan Banteng” ujar Kapolres Kobar AKBP Bayu Wicaksono pada press rilis, Senin (7/3/2022).

Dari informasi tersebut, kemudian anggota Satresnarkoba bergerak mendatangi kediaman terduga dibarakanya, pada tanggal Sabtu (5/3/2022) ditemukan 2 klip plastik diduga sabu dengan berat kotor 25,26 gram.

Dilokasi terpisah, lanjut Bayu Wicaksono, pada tanggal 4 Maret 2022, anggota Satresnarkoba juga menangkap salah seorang terduga pengedar sabu yaitu Rochman Effendi warga Jalan Bagong RT 3, Kelurahan Candi, Kecamatan Kumai. Dikediaman terduga, ditemukan natkoba seberat 1,93 gram, jelasnya.

Bayu Wicaksono mengatakan, berdasarkan pengakuan terduga Rochman Effendi, anggota mendapatkan narkoba dari tangan seseorang bernama Afrodin asal Desa Sagu Kecamatan Kotawaringin Lama.

Kapolres AKBP Bayu Wicaksono menegaskan, saat ini pihaknya terus melakukan pengejaran pada yang bersangkutan.

Barang bukti sabu ditemukan di rumah terduga Rochman Effendi, narkoba tersebut dikemasnya dengan 3 plastik terpisah yang tertulis dengan harga jualnya, dengan harga bervariasi yaitu 150, 200 dan 300 yang merupakan harga per-paketnya.

Kapolres Bayu Wicaksono menjelaskan, seluruh terduga dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 atau Pasal 112 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman pidana maksimal mati atau seumur hidup atau pidana penjara selama 20 tahun penjara. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Kongres Dunia SUBUD Ke-16 di Palangka Raya

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Wagub Kalteng) H. Edy Pratowo Hadiri dan Membuka acara Kongres Dunia…