Polri: Kasus Pemerasan Firli Bahuri Masih Berlanjut

Reporter : kaltengdaily
Editor : Kaltengdaily
Senin, 4 Maret 2024 18:00WIB
Mantan Ketua KPK Firli Bahuri, usai diperiksa penyidik di Bareskrim Mabes Polri, belum lama tadi.

Mabes Polri angkat suara terkait desakan sejumlah pihak yang mempertanyakan perkembangan kasus pemerasan Firli Bahuri lantaran tidak kunjung dilakukan penahanan.

Karo Penmas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko memastikan penyidik Polda Metro Jaya masih terus mengusut kasus tersebut. Ia mengatakan penyidik juga tengah melengkapi berkas perkara sesuai petunjuk JPU.

“Proses pemeriksaan secara simultan masih berkelanjutan, tentunya penyidik akan melakukan langkah-langkah pemenuhan P-19 dan juga berkoordinasi dalam pemenuhan P19 dengan jaksa penuntut umum,” ujarnya, Senin (4/3/2024).

Truno berjanji pihaknya bakal menyampaikan seluruh perkembangan penyidikan yang dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Ia juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang ikut mengawal kasus tersebut.

“Nanti secara simultan akan disampaikan setiap saat untuk perkembangannya. Polri berkomitmen dan konsisten dengan setiap progres penyampaian,” ujarnya.

Sebelumnya Mantan Ketua KPK Abraham Samad menyurati Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menanyakan perkembangan kasus pemerasan yang menjerat Firli Bahuri.

Surat tersebut dikirimkan Abraham bersama Wakil Ketua KPK Saut Sitomorang dan M. Jasin, Ketua PBHI Julius Ibrani, serta peneliti ICW Kurnia Ramadhana, pada Jumat (1/3) kemarin.

Abraham mengatakan surat tersebut sengaja dikirimkan langsung ke Kapolri lantaran pihaknya menilai tidak ada perkembangan berarti dalam kasus pemerasan tersebut.

Padahal, kata Abraham, kasus pemerasan kepada eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo itu telah berjalan kurang lebih selama 100 hari usai Firli ditetapkan sebagai tersangka.

“Oleh karena itu kita melihat kasus ini berjalan di tempat. Karena sampai hari ini kita lihat tidak ada progres yang menunjukan kemajuan yang signifikan,” ujarnya di Mabes Polri.

Abraham menilai dalam kasus pemerasan itu seharusnya penyidik dapat langsung menahan Firli usai ditetapkan sebagai tersangka. Apalagi pasal yang dikenakan oleh penyidik sudah mencukupi sebagai syarat penahanan

“Kedua kalau kita berkaca dari asas hukum equality before the law, maka ini menjadi sebuah keharusan Firli harus ditahan. Agar masyarakat melihat bahwa equality before the law diterapkan, semua orang sama kedudukannya di depan hukum,” tuturnya. ***

 

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Transaksi Keuangan, Barang dan Jasa Selama FBIM dan FKN 2025 Capai Rp20 Miliar

Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) dan Festival Kuliner Nusantara (FKN) 2024 berakhir, dan ditutup  Gubernur…