PTM di Palangka Raya Dimaksimalkan Hanya 50 Persen

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Minggu, 6 Februari 2022 09:39WIB
PTM Terbatas di sebuah sekolah di Kota Palangka Raya

Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya telah menerbitkan Surat Edaran tentang sistem pembelajaran semester 2 tahun 2022.

Adapun surat edaran tersebut menetapkan sistem pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Palangka Raya hanya bisa dilaksanakan maksimal 50 persen kapasitas ruang belajar.

Edaran ini menindak lanjuti Surat Edaran Mendikbud tentang Diskresi Pelaksanaan Keputusan Bersama 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Belajar di Masa Pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Palangka Raya, Akhmad Fauliansyah mengatakan kebijakan ini merupakan upaya untuk mengantisipasi terjadinya penularan virus corona di lingkungan sekolah.

“Hari ini surat baru kami terbitkan, semoga dengan batasan ini PTM tetap terlaksana dengan baik dan tidak ada penularan corona kluster sekolah,” katanya, Jumat (4/2/2022).

Kemudian bagi orang tua atau wali peserta didik diberikan pilihan untuk mengizinkan anaknya mengikuti PTM terbatas atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Sementara satuan Pendidikan terus mendorong warga sekolah untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19.

Dia menjelaskan seandainya ditemukan satu kasus positif di satuan pendidikan maka tim akan melakukan surveilans dan tracing bekerjasama dengan dinas kesehatan. Selain itu sekolah juga dapat diliburkan sementara.

Kunci Utama

Kepatuhan dan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan (Prokes), menjadi kunci utama keberlangsungan PTM.

“Kami menyambut baik tim satgas Covid-19 Kota Palangka Raya yang terus memaksimalkan monitoring, mengedukasi dan sosialisasi prokes saat PTM di sekolah,” kata anggota Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo, Jumat (4/2/2022).

Sigit menjelaskan, syarat sekolah untuk bisa melaksanakan PTM di masa pandemi, antara lain guru dan murid wajib divaksin. Selain itu, orang tua murid sudah memperbolehkan anaknya untuk mengikuti pelaksanaan PTM.

Maka dari itu, kesuksesan pelaksanaan PTM ini merupakan tanggung jawab bersama. Dalam arti kata, tidak hanya tugas sekolah atau Dinas Pendidikan saja, melainkan tanggungjawab masyarakat pula.

“Semua pihak harus bahu membahu dalam menyukseskan PTM ini. Peserta didik dan guru dalam kondisi aman, tentu menjadi harapan, sehingga PTM dapat terus berjalan,”ujarnya.

Selebihnya ia mengharapkan, semua pihak untuk terus berkoordinasi dan saling mengingatkan pentingnya
disiplin protokol kesehatan.Terutama terkait dengan memakai masker, dan melaksanakan prokes lainnya.

“Bila murid-murid dan guru tetap sehat serta selamat, maka pelaksanaan PTM ini dapat terus berjalan. Proses belajar mengajarpun dapat maksimal dijalankan guna mencapai mutu pendidikan bagi generasi penerus,”pungkas Sigit.***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Logo HUT Ke 67 Provinsi Kalteng 2024 Diluncurkan

Logo Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-67 Kalteng, diluncurkan dilakukan secara resmi oleh Wakil Gubernur (Wagub)…