Pumpung Hai & Festival Dayak 2022, Parade Karnaval 1.000 Dohong dan Pameran Budaya

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Rabu, 27 Juli 2022 09:34WIB
Pumpung Hai & Festival Dayak 2022

Pumpung Hai dan Festival Dayak Kalimantan Tengah (Kalteng) 2022 digelar Rabu (27/7/2022) hari ini di Bundaran Besar, Palangka Raya. 

Pembukaan Pumpung Hai Kalteng dimeriahkan parade atau karnaval 1.000 Dohong se Kalimantan, dimana peserta dijadwalkan sudah berkumpul pukul 13.00 WIB. 

Peserta memulai start di Bundaran Besar dengan rute yang telah ditetapkan panitia. Sementara itu pameran budaya, hiburan rakyat, dan bazar rakyat telah disiapkan di Komplek Area Pameran Jalan Temanggung Tilung Palangka Raya.

Bertemakan Budaya Dayak, pameran budaya, hiburan rakyat dan bazar rakyat itu dimulai tanggal 27-31 Juli 2022, pukul 09.00 – 22.00 WIB.

Pertunjukan silat Dayak Kalimantan turut memeriahkan festival tersebut. 

Pembukaan rapat besar Damang se Kalimantan dilaksakan Betang Hapakat, Jalan RTA Milono, Palangka Raya 28 Juli 2022 pukul 09.00 WIB. Lalu diitutup pada tanggal 30 Juli 2022.

Perhelatan akbar seni budaya Pumpung Hai dan festival dayak Kalimantan Tengah (Kalteng) 2022 akan ditutup pada tanggal 31 Juli 2022 pukul 19.00 WIB. 

Wakil Ketua I DPRD Kalteng H Abdul Razak mengharapkan terselenggaranya kegiatan Pumpung Hai dan festival Dayak Tahun 2022,  menjadi sarana mempererat persatuan dan kesatuan masyarakat Dayak dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Abdul Razak mengatakan, masyarakat suku Dayak khususnya di Kalteng memiliki sejarah panjang dalam memperjuangan Bumi Tambun Bungai menjadi sebuah provinsi, dimana sejarah tersebut tentunya tidak boleh dilupakan ditengah kemajuan zaman.

‘’Sangat penting untuk mengenang sejarah, terutama ditengah kemajuan zaman yang begitu pesat saat ini.Oleh karena itu, kegiatan Pumpung Hai dan Festival Dayak 222 harus diapresiasi sebagai salah satu upaya mempertahankan eksestensi masyarakat adat Dayak pada era perkembangan digitalisasi dan revolusi 4,0,’’ kata Razak.

Razak mengakui, budaya, adat istiadat, kerarifan lokal, bahasa dan kesenian daerah kian tergerus oleh waktu. Sehingga ia berharap, kegiatan Pumpung Hai dan Festival Dayak 2022 bisa menjadi agenda rutin yang diselenggarakan setiap tahunnya. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

MK Juga Tolak Gugatan Hasil Pilpres 2024 dari Ganjar-Mahfud!

Mahkamah Konstitusi (MK) juga menolak permohonan sengketa hasil Pemilihan Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2024 yang diajukan…