Remy Sylado, Seniman Serba Bisa Itu Telah Tiada

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Senin, 12 Desember 2022 14:32WIB
Remy Silado

Sastrawan Remy Sylado meninggal dunia hari Senin (12/12/2023). Ia selama ini dikenal sebagai seniman serba bisa.Remy Sylado mempunyai nama lengkap Yusbal Anak Perang Imanuel Panda Abdiel Tambayong. Dia lahir 12 Juli 1943 di Malino, Makasar, Sulawesi Selatan, dari keluarga gereja Christian and Missionary Alliance.

Seniman serba bisa ini memiliki berbagai profesi yakni penyair, novelis, cerpenis, dramawan, kritikus sastra, pemusik, penyanyi, penata rias, aktor, ilustrator, wartawan, dan dosen.

Berkaitan dengan dunia tulis-menulis, Remy tidak lepas dari riset yang mendalam. Bahkan, ia memburu bahan-bahan untuk novelnya sampai ke perpustakaan luar negeri. Remy dikenal sebagai pelopor puisi mbeling.

Puisi mbeling adalah bagian gerakan mbeling yang dicetuskan Remy Sylado; suatu gerakan yang dimaksudkan untuk mendobrak sikap rezim Orde Baru yang dianggap feodal dan munafik.

Tahun 1959-1962 ia belajar di Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI), Solo, dan di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI), Solo, kemudian Akademi Bahasa Asing (Jakarta).

Kegiatan di bidang jurnalistik, antara lain, menjadi wartawan harian Sinar Harapan (1963-1965), menjadi Redaktur Pelaksana harian Tempo di Semarang (1965-1966), majalah Top (1973-1976), majalah Fokus (1982-1984), dan Redaktur majalah Vista (1984-…). Dia juga menjadi dosen di Akademi Sinematografi Bandung sejak tahun 1971.

Remy juga senang akan musik dan ayahnya menyadari bakat anaknya itu sehingga Remy dijuluki Jubal, artinya ‘bapak musik’, yang diambilnya dari Kitab Genesis.

Remy memperoleh penghargaan Khatulistiwa Award 2002 dengan novelnya Kerudung Merah Kirmizi.

Sebagai novelis, Remy Sylado telah menulis lebih dari 50 novel, 20 di antaranya novel anak-anak, dan 30-an novel keluarga. Dia juga menulis novel sejarah. Novelnya Ca Bau Kan, yang berlatar belakang kehidupan pedagang Tionghoa di Jawa, terutama di Betawi (Jakarta), telah difilmkan.

Remy Sylado Meninggal

Kini, sang maestro itu telah tiada. Kabar ini disampaikan langsung oleh Anggota DPR, Fadli Zon.

“Selamat jalan Bang Remy Sylado. Baru beberapa hari lalu ngobrol ttg Elvis Presley n manajernya Kolonel Tom Parker. RIP,” kata Fadli Zon dalam cuitannya, Senin (12/12/2022).

Sebagaimana diketahui, Remy Sylado sudah lama sakit dan dirawat di RSUD Tarakan. Kondisi Remy Sylado ini menjadi perhatian Pemprov DKI Jakarta usai Gubernur Anies Baswedan menjenguknya pada Januari 2022 lalu. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Gubernur Kalteng Salat Ied 1445 H bersama Masyarakat di Bundaran Besar Palangka Raya

Gubernur Sugianto Sabran bersama ribuan masyarakat dengan khidmat mengikuti Salat Idul Fitri Pemerintah Provinsi (Pemprov)…