Tips Sederhana Menghadapi Cuaca Ekstrem Pada Musim Haji

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Kamis, 2 Juni 2022 09:10WIB
Cuaca ekstrem musim haji

Musim Panas mulai memasuki wilayah jazirah Arab. Pusat Meteorologi Nasional (NCM) Saudi baru saja merilis, bahwa suhu panas bisa mencapai 49 derajat Celcius pada siang hari dan 19 derajat celsius pada malam hari di sebagian besar wilayah Arab Saudi, termasuk di Madinah dan Makkah.

Untuk menghadapi cuaca yang relatif ekstrim itu, jamaah haji Indonesia dihimbau untuk selalu menjaga kesehatan fisik maupun psikis selama berada di tanah suci.

Tim Promosi Kesehatan Pusat Kesehatan Haji, Dian Septika Sari memberikan beberapa tips sederhana agar jemaah haji dapat menjaga diri dari kondisi itu. 

Pertama, menjaga asupan makanan dan minuman yang cukup. Minum minimal dua Liter per hari. 

“Karena sebagian Jamaah terkadang terlalu fokus beribadah sehingga melupakan asupan makan dan minum. Tubuh memerlukan energi dari makanan dan cairan yang cukup,” kata Dian beberapa waktu lalu.

Dua, menghindari paparan sinar matahari ke tubuh secara langsung. Misalnya dengan menggunakan payung atau penutup kepala, serta berusaha untuk Tawaf di area dalam Masjidil Haram yang terlindung dari sinar matahari langsung. 

“Ini dapat dilakukan jika benar-benar tidak kuat panas saat Tawaf di areal terbuka di sekitar Ka’bah,” ujarnya.

Tiga, pada saat melaksanakan Ibadah Wukuf di Arafah pun sebaiknya tetap tinggal dalam tenda. Jangan berdiam diri di tanah lapang luar tenda tanpa ada keperluan yang mendesak. 

Begitu pula pada saat perjalanan untuk melempar Jumrah, sebaiknya menggunakan payung untuk terhindar dari paparan sinar matahari langsung.

Empat, Pilihlah waktu beribadah di mana suhu yang dirasakan tidak terlalu panas. Misalnya lakukanlah Tawaf dan melempar Jumrah pada pagi atau sore hari, di saat suhu udara yang dirasakan lebih dingin daripada siang hari.

Lima, sediakan selalu bekal air minum saat sedang beribadah. Karena banyak jamaah Haji kurang memperhatikan asupan air minum mereka, bisa jadi karena malas untuk ke kamar kecil dan malas untuk berwudhu kembali. 

“Perlu diperhatikan bahwa kondisi dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) adalah kondisi yang sangat berbahaya terutama di saat cuaca panas yang ekstrem,” ujar Dian.

Enam, sediakan sprayer atau botol penyemprot air. Jika suhu yang dirasakan sudah sedemikian menyengat, maka jemaah haji dapat menyemprotkan air ke bagian kepala, leher, dan bahu untuk menurunkan suhu tubuh.

Penyemprotan dapat dilakukan sesering mungkin terutama saat bagian tubuh yang basah sudah mengering kembali.

Tujuh, memberikan perlindungan kulit dari kekeringan dan iritasi yang diakibatkan oleh paparan sinar matahari dengan krim pelembab dan perlindungan dari sinar UV. ***

 

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

GAPKI se-Kalimantan Bakal Gelar Borneo Forum ke-7, Simak Jadwal, Lokasi, dan Acaranya

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dari seluruh cabang provinsi di Pulau Kalimantan bakal menggelar…