Warga Tutup Akses Jalan PT.BMB

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Minggu, 4 Desember 2022 19:33WIB
Warga menutup akses jalan menuju lahan dan kebun PT BMB

Warga masyarakat yang tergabung dalam Koperasi Dayak Hapakat melakukan aksi penutupan lahan kebun sawit PT Berkala Maju Bersama (BMB) di wilayah Kecamatan Kurun dan Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas,  Sabtu, (3/12/2022).

Aksi dilakukan karena PT.BMB dinilai tidak serius dalam menanggapi tuntutan pemilik lahan, dan tidak memberi kejelasan tentang 20 persen lahan plasma kepada masyarakat.

Penutupan akses menuju kebun sawit dilakukan di wilayah Kecamatan Kurun diantaranya, Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Kelurahan Kurun, Desa Hurung Bunut, Desa Teluk Nyatu, Desa Petak Bahandang, Desa Penda Pilang, Desa Tumbang Manyangan, Desa Tumbang Tambirah. Lalu di wilayah Kecamatan Tewah, Desa Sarerangan dan Desa Tumbang Pajangei.

Penutupan lahan kebun tersebut dilakukan dengan memblokade jalan menuju kebun sawit serta memasang spanduk yang berisikan tuntutan dari masyarakat diantaranya;

– Menuntut PT.BMB untuk melaksanakan dan mentaati seluruh MOU yang telah dibuat yang sudah ditanda tangani Arton S Dohong dan Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, serta dinas-dinas terkait.

– Menuntut keterbukaan PT.BMB terkait laporan pengelolaan keuangan hasil TBS plasma setiap bulan kepada pihak Koperasi Dayak Hapakat.

– Menuntut PT.BMB tentang kejelasan 20 persen lahan plasma

– Menuntut PT.BMB untuk terbuka terkait pembagian hasil.

– Menuntut PT.BMB membuat berita acara hasil ploting areal plasma Koperasi Dayak Hapakat sebesar 932,17 hektar yang telah disetujui bersama pada tanggal 29 september dan tanggal 6 oktober 2022.

– Menuntut PT.BMB menjawab permintaan Koperasi Dayak Hapakat pada tanggal 22 november 2022 terkait laporan keuangan kebun plasma.

– Mengenai pemeliharaan kebun yang sangat memprihatinkan

– Menuntut keterbukaan PT.BMB mengenai jatuh tempo pelunasan pembiayaan keseluruhan kebun plasma.

Ketua Koperasi Dayak Hapakat Lifson I Nyaring mengungkapkan, luasan lahan milik masyarakat yang dikelola PT.BMB dengan janji plasma 20 persen berjumlah 932,17 hektar, namun hingga kini tidak ada kejelasannya dari pihak perusahaan.

Pihaknya sudah melakukan berbagai cara dan tahapan dalam menyampaikan tuntutan tersebut kepada pihak perusahaan, namun tidak pernah ditanggapi hingga akhirnya masyarakat melakukan aksi penutupan akses menuju lahan kebun sawit.

“Tuntutan kami pemilik lahan dan Koperasi Dayak Hapakat mulai dari tahun 2018 hingga saat ini tidak pernah ditanggapi secara proporsional oleh pihak perusahaan. Beberapa kali kesepakatan yang dibuat tidak pernah ditepati. Masyarakat sudah bosan dengan janji-janji, maka kami memutuskan untuk melakukan penutupan terhadap seluruh akses kebun hingga perusahaan memenuhi tuntutan kami,” ungkapnya. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Kongres Dunia SUBUD Ke-16 di Palangka Raya

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Wagub Kalteng) H. Edy Pratowo Hadiri dan Membuka acara Kongres Dunia…