Ditpolairud Kalteng Amankan 5 Pelaku Tindak Pidana Premanisme di DAS Barito

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Rabu, 7 September 2022 14:28WIB
Dirpolairud Polda Kalteng memberikan keterangan pengungkapan tindak pidana premanisme di DAS Barito

Direktorat Polisi Air dan Udara (Dipolairud) Polda Kalteng berhasil mengungkap kasus tindak pidana premanisme yang terjadi di perairan Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, Desa. Babai, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan.

Sebanyak 5 orang pelaku tindak pidana premanisme berhasil dibekuk yakni a.n IB (34 th), RM (44 th), AA (39 th), dan HD (39 th) serta MR (30 th).

Dirpolairud Polda Kalteng Kombes. Pol. Boby Pa’ludin Tambunan, S.I.K., M.H., didampingi Wadir Polairud AKBP. Handoyo Santoso, S.I.K., M.Si., dan Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Kalteng Komisaris Polisi Joko Handono, S.I.K. mengemukakan dalam press release di Aula Pertivhim Jayate Mako Ditpolairud Jalan Hm. Arsyad km 15, Sampit , Selasa (6/9/2022).

Secara kronologis disebutkan, pada Jum’at (2/9/2022) sekitar jam 13.20 WIB di perairan DAS Barito kapal Tug Boat yang menarik Tongkang tanpa muatan melintas di Desa Babai datangi 1 buah kelotok yang bermuatan 5 orang langsung naik keatas kapal dan memaksa agar bersedia di kawal dari Desa Babai menuju Buntok di dalam tugboat pelaku meminta imbalan sebesar Rp10.000.000,- kepada nahkoda kapal, tetapi nahkoda tidak sanggup memenuhi.

Setelah itu pelaku meminta kembali sebesar Rp5.000.000,- dan 8 Jerigen solar namun nahkoda tetap tidak sanggup memenuhi kemudian pelaku meminta sebesar Rp2.500.000,- dan 3 jerigen solar.

Karena para pelaku terus memaksa dan mengancam akan mendatangkan preman lebih banyak, nahkoda terpaksa menyetujui demi keselamatan awak kapal, kemudian nahkoda memberikan uang sebesar Rp1.000.000,- dan 2 jerigen solar, sisanya saat tiba di Buntok.

Mendapat laporan, Tim khusus yang dibentuk Kombes. Pol. Boby Pa’ludin Tambunan, S.I.K., M.H., selanjutnya berhasil membekuk 5 pelaku.

Untuk barang bukti yang berhasil diamankan yaitu terdapat 2 buah senjata tajam jenis golok/parang, 1 unit kelotok bermesin tanpa nama, uang sebesar Rp285.000,- dan 3 buah jerigen.

Atas tindakannya para pelaku dijerat dengan pasal 368 ayat (1) Undang-Undang RI No 01 Tahun 1946 tentang KUHP Pidana dengan hukuman penjara selama-lamanya 9 Tahun. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Gubernur Kalteng Salat Ied 1445 H bersama Masyarakat di Bundaran Besar Palangka Raya

Gubernur Sugianto Sabran bersama ribuan masyarakat dengan khidmat mengikuti Salat Idul Fitri Pemerintah Provinsi (Pemprov)…